PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Era globalisasi telah memacu banyak bidang untuk berkembang. Terutama di bidang komunikasi. Hal ini bisa menjadi konsekuensi manusia untuk memacu dirinya meningkatkan kualitas. Terutama bagi mereka yang masih mengenyam bangku kuliah, dibutuhkan suatu kegiatan untuk mengaplikasikan ilmunya sebagai pelatihan dalam menghadapi dunia kerja. Salah satu dari kegiatan tersebut adalah dengan melakukan magang. Magang adalah suatu kegiatan dimana mahasiswa belajar untuk mengenali secara langsung dunia kerja yang berhubungan dengan jurusan atau keahlian yang mereka tekuni di bangku kuliah. Kegiatan ini dapat memberikan bekal pengalaman otentik kepada mahasiswa sebagai calon profesional agar dapat menjembatani kesenjangan antara profesi yang diperoleh dari bangku kuliah dengan praktis profesi dunia kerja.
Program Jurusan Syari’ah Progdi Ekonomi Islam STAIN Kudus merupakan salah satu institusi akademis yang turut serta mempersiapkan pekerja profesional khususnya di Eknomi Bisnis juga terus berupaya mengembangkan kurikulum akademiknya. Yaitu dengan menjadikan kegiatan magang sebagai salah satu pemenuhan syarat penyelesaian study yang wajib dilaksanakan oleh seluruh mahasiswa di Jurusan Syari’ah Progdi Ekonomi Islam STAIN Kudus dalam bentuk kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan kuliah kerja praktek pada lembaga, perusahaan atau instansi tertentu yang berdasarkan atas ikatan kerjasama khusus antar pihak yaitu dari STAIN Kudus dengan lembaga atau tempat PPL dilaksanakan terutama di bidang Ekonomi Bisnis dan Perbankan.
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (“TELKOM”, ”Perseroan”, “Perusahaan”, atau “Kami”) merupakan Badan Usaha Milik Negara dan penyedia layanan telekomunikasi dan jaringan terbesar di Indonesia. TELKOM menyediakan layanan InfoComm, telepon kabel tidak bergerak (fixed wireline) dan telepon nirkabel tidak bergerak (fixed wireless), layangan telepon seluler, data dan internet, serta jaringan dan interkoneksi, baik secara langsung maupun melalui anak perusahaan BUMN, Pemerintah Republik Indonesia merupakan pemegang saham mayoritas yang menguasai sebagian besar saham biasa Perusahaan sedangkan sisanya dimiliki oleh publik. Saham Perusahaan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (“BEI”), New York Stock Exchange (“NYSE”), London Stock Exchange (“LSE”) dan Tokyo Stock Exchange (tanpa listing).
Untuk menjawab tantangan yang terus berkembang di industri telekomunikasi dalam negeri maupun di tingkat global, kami(TELKOM) bertekad melakukan transformasi secara fundamental dan menyeluruh di seluruh lini bisnis yang mencakup transformasi bisnis dan portofolio, transformasi infrastruktur dan sistem, transformasi organisasi dan sumber daya manusia serta transformasi budaya. Pelaksanaan transformasi ini dilakukan dalam rangka mendukung upaya diversifikasi bisnis TELKOM dari ketergantungan pada portofolio bisnis Legacy yang terkait dengan telekomunikasi, yakni layanan telepon tidak bergerak (Fixed), layanan telepon seluler (Mobile), dan Multimedia (FMM), menjadi portofolio TIME. Konsistensi kami dalam berinovasi telah berhasil memposisikan Perusahaan sebagai salah satu perusahaan yang berdaya saing tinggi dan unggul dalam bisnis New Wave. Komitmen kami untuk mendukung mobilitas dan konektivitas tanpa batas diyakini akan meningkatkan kepercayaan pelanggan ritel maupun korporasi terhadap kualitas, kecepatan, dan kehandalan layanan serta produk yang kami tawarkan. Hal itu terbukti dengan kontinuitas peningkatan di sisi jumlah pelanggan kami, yakni mencapai 120,5 juta pelanggan per 31 Desember 2010, atau meningkat sebesar 14,6%. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8,3 juta pelanggan merupakan pelanggan telepon kabel tidak bergerak, 18,2 juta pelanggan telepon nirkabel tidak bergerak, dan 94,0 juta pelanggan telepon seluler.
Penelitian yang dilakukan difokuskan pada PT. Telkom Kancatel Kudus karena perusahaan ini termasuk salah satu perusahaan yang besar di daerah kabupaten Kudus. Disamping itu juga bahwa mayoritas masyarakat Kudus juga mengenal dan pengguna jasa layanan dari perusahaan ini, dan untuk pengembangan usaha, dimana perusahaan ini merupakan perusahaan yang sedang berkembang dan terus melakukan inovasi-inovasi baru untuk memperluas jaringan pemasaran serta melebarkan sayap bisnisnya. Jadi, menurut penulis disini ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebagai usaha membangun loyalitas pelanggan, yaitu service quality, inovasi produk dan komitmen.
Selama melakukan kegiatan PPL di PT. Telkom Kancatel Kudus, penulis ditempatkan pada DIVA (Divisi Akses) yang berada dalam unit akses jaringan meliputi pemasangan baru, service, pencabutan telepon dan speedy. Tugas-tugas yang dilakukan selama melakukan kegiatan PPL di PT. Telkom Kancatel Kudus mencakup tugas-tugas administrasi, dokumentasi dan lapangan, seperti halnya mencatat data dari pelanggan mulai dari pemasangan baru sampai pencabutan, melakukan Instalansi pemasangan baru dan service gangguan jaringan ke pelanggan.
B. Ruang Lingkup
Dalam PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) ini ruang lingkupnya adalah mengenai manajemen perusahaan yang meliputi : Manajemen Strategi, Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, Manajemen Operasional, Sistem Informasi Manajemen, Manajemen Sumberdaya Manusia yang di fokuskan di PT. Telkom Kancatel Kudus bukan di PT. TELKOM skala nasional. Namun penulis juga sedikit memberi gambaran dan informasi mengenai PT. TELKOM skala nasional karena di harapkan dapat memberikan manfaat bagi penulis dan juga pembaca.
C. Tujuan dan Manfaat
1. Tujuan PPL
Setiap kegiatan yang dilakukan pasti ada maksud dan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan utama Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ini adalah memberikan bekal pengalaman pengalaman praktis tentang aplikasi konsep-konsep syari’ah kepada mahasiswa sebagai calon profesional agar dapat menjembatani kesenjangan antara profesi yang diperoleh dari bangku kuliah dengan praktik profesi dunia kerja.
Selain itu Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mempunyai tujuan :
1. Sebagai salah satu syarat Program Studi di STAIN Kudus Jurusan Syari’ah Program Studi Ekonomi Islam.
2. Untuk memberikan wawasan tentang seluk beluk praktik – praktik dunia kerja serta kesadaran sikap profesional mahasiswa sebagai calon profesional yang bertanggung jawab.
3. Untuk membandingkan serta menerapkan ilmu yang dipelajari di perkuliahan ke dalam dunia kerja dan penulis ingin mengetahui secara langsung aktivitas manajemen-manajemen di PT. Telkom Kancatel Kudus.
4. Untuk memperoleh pengalaman yang dapat membangun mental mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja.
2. Manfaat PPL
Adapun manfaat yang diharapkan dalam penyusunan laporan PPL ini adalah sebagai berikut :
a. Bagi Penulis
- Menambah pengetahuan dan wawasan bagi penulis tentang manajemen perusahaan di PT. Telkom Kancatel Kudus.
- Dan agar informasi yang dihasilkan tersebut dapat memberikan suatu informasi yang bermanfaat.
- Memberikan pengalaman dunia kerja
- Penulis dapat langsung menerapkan ilmu yang dimiliki
b. Bagi Akademik
- Mengetahui sejauh mana kemampuan mahasiswa menerapkan teori yang diperoleh dibangku perkuliahan dengan kenyataan sesungguhnya, sehingga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan tambahan referensi akademik.
- Memudahkan dalam menjalin hubungan kerjasama
- Memberi masukan tentang kualifikasi tenaga kerja
c. Bagi Perusahaan
- Membantu dan meningkatkan proses manajemen di PT. Telkom Kancatel Kudus sehingga diharapkan dapat bermanfaat di perusahaan ini.
- Dapat mengembangkan kegiatan praktik
- Memberikan suatu bekal bagi mahasiswa PPL untuk mengetahui tentang peralatan kegiatan praktik langsung di lapangan.
- Memberi masukan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi
BAB II
GAMBARAN UMUM LOKASI PPL
A. Nama Instansi, Alamat dan sejarah berdirinya
Nama Instansi PT. Telkom Kancatel Kudus, alamat Jl. Jend. Sudirman 69
Kudus Jawa Tengah Telp. 0291-433390, 0291-436400
Sejarah Berdirinya Perusahaan
Jasa telepon untuk pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia oleh perusahaan swasta berdasarkan suatu lisensi selama 25 tahun daripemerintah Hindia Belanda. Pada tahun 1906, pemerintah Hindia Belanda membentuk suatu departemen pemerintah yang bertugas mengendalikanseluruh jasa pos dan telekomunikasi di Indonesia. Pada tahun 1965, pemerintah Indonesia memisahkan jasa telekomunikasi dan pos ke dalam duaperusahaan milik negara. Masing-masing Persahaan Negara (PN) Pos dan Giro yang berdiri dengan Peraturan Pemerintah No.29 tahun 1969 serta PN Telekomunikasi berdasarkan Peraturan Pemerintah No.30 tahun 1965,selanjutnya berdasarkan SK Menteri Perhubungan No.129/U/1970 tanggal 28 April 1970, PN Telekomunikasi berubah menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi yang disingkat PERUMTEL.
Keberadaan PERUMTEL dikukuhkan dengan peraturan pemerintah No 36 tahun 1974 yang menetapkan sebagai pengelola jasa telekomunikasi untuk umum, baik hubungan dalam negeri maupun luar negeri. Tentang hubungan telekomunikasi luar negeri pada saat itu diselenggarakan oleh PT Indonesian Satelit Coorporation (INDOSAT) yang masih berstatus perusahaan asing yakni American Cable & Radio Corporation, suatu perusahaan yang disirikan berdasarkan peraturan perundang-undangan negara bagian Balaware Amerika Serikat, dan pada tahun 1980 bidang usaha telekomunikasi internasional dialihkan dari PERUMTEL kepada Indosat.
Pada tahun 1989 keluar undang-undang No. 3 tahun 1989 tentang telekomunikasi yang memberikan angin segar dalam pengembangan dan pembangunan telekomunikasi di Indonesia. Mengingat perkembangan yang demikian pesatnya ditambah dengan pola manajemen yang terbuka maka pada tahun 1961, pemerintah mengubah status PERUMTEL dari Perusahaan Umum yaitu perusahaan milik negara dangan tujuan utama melayani kepentingan umum menjadi persero yaitu perseroan terbatas milik negara dengan tujuan utama memupuk keuntungan disamping juga tetap melayani kepentingan umum dan memberi staus perusahaan perseroan PT Telekomunikasi Indonesia. Peralihan bentuk perusahaan tersebut ditandai dengan penandatangan akte pendirian perseroan PT Telekomunikasi Indonesia oleh notaris Imas fatimah, SH bersama-sama dengan MENPARPOSTEL Soesilo Soedarman yang bertindak selaku kuasa dari Menteri Keuangan sebagai pemegang saham yang dilaksanakan pada hari selasa tanggal 24 september 1991 bertempat di DEPARPOSTEL Jl. Kebon Sirih No 36 Jakarta Pusat. Sebelum tahun 1995, usaha TELKOM ditentukan secara terpusat oleh kantor pusat TELKOM di Bandung yang masing-masing Wilayah Telkom memiliki manajemen terpisah, serta bertanggungjawab atas seluruh aspek bidang usaha TELKOM, dari penyelenggaraan jasa telepon hingga manajemen property dan keamanan di wilayah mereka masing-masing. Wilayah TELKOM tidak diperlakukan sebagai pusat investasi yang berdiri sendiri.
Sejak juli 1995 TELKOM telah menghapuskan struktur Wilayah TELKOM (Witel) dan manggantikannya dengan struktur 7 divisi Regional dan satu divisi Network. Divisi regional menyelenggarakan jasa telekomunikasi di wilayah masing-masing dan divisi network menyelenggarakan jasa telekomunikasi jarak jauh dalam negeri melalui pengoperasian jaringan transmisi jalur utama nasional.
BUDAYA PERUSAHAAN
PT TELKOM mengembangkan budaya perusahaan THE TELKOM WAY 135 yang mencangkup tiga unsur tingkatan yaitu sebagai berikut:
1. Asumsi Dasar “ Committed 2 U”
Asumsi Dasar “ Committed 2 U” Yaitu anggapan atau pandangan dasar yang menentukan bagaimana insan TELKOM mempersepsikan, berpikir, dan merasakan sesuatu. Anggapan atau pandangan tersebut diterima tanpa perlu mempertanyakan lagi kebenarannya. Esensi budaya TELKOM terletak pada asusmsi dasar ini.
2. Nilai-nilai Inti
Yaitu apa yang dianggap penting, apa yang sebaiknya atau apa yang berharga. Nilai-nilai Inti ini terdiri dari tiga butir yaitu:
a. Customer value (memberikan hasil lebih terhadap pelanggan).
b. Excellent Service (layanan istimewa).
c. Competent people (orang yang berkompeten).
3. Artefak atau Perilaku
Yaitu mencangkup benda-benda, symbol, upacara dan tingkah laku diantaranya seperti :
a. Target menantang.
b. Penyederhanaan proses kerja.
c. Melibatkan organisasi / kinerja.
d. Hasil kerja berkualitas.
e. Penghargaan pemenang.
Alasan 135 memenangkan kompetisi, yaitu:
a. Adanya kebijakan regulator.
b. Budaya layanan setiap devisi berbeda.
c. Tuntutan layanan masyarakat.
d. Perkembangan teknologi pesat.
Harapan dengan adanya budaya perusahaan TELKOM 135 adalah sebagai berikut:
a. Kesejahteraan pegawai.
b. Kenyamanan pemakai jasa.
c. Kontribusi terhadap pemegang saham.
THE TELKOM WAY 135 adalah hasil penggalian dari perjalanan TELKOM dalam mengarungi lingkungan yang terus berubah dan dirumuskan dengan dirangsang oleh berbagai inspirasi dari perusahaan lain dan berbagai tantangan dari luar. Dengan akar yang kuat pada kesadaran kolektif organisasi, diharapkan THE TELKOM WAY 135 dapat cepat tertanam dalam jiwa insan TELKOM. TELKOM berhadapan dengan tersosialisasinya THE TELKOM WAY 135, maka akan tercipta pengendalian cultural terhadap cara merasa, memandang, berpikir, serta cara berperilaku semua insan TELKOM. Misi budaya perusahaan TELKOM 135 adalah menjamin pelanggan akan mendapatkan yang terbaik dan optimalisasi sumber daya manusia dan teknologi kemitraan.
Logo PT TELKOM
Menyesuaikan perkembangan jaman, perusahaan ini menggunakan logo baru bergambar lingkaran dengan garis-garis gradasi warna biru. Pada walnya logo ini dibuat horizontal, tetapi setelah logo tersebut disampaikan oleh Direksi kepada Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi (yang saat itu dijabat oleh Susilo Sudarman), maka oleh beliau logo tersebut diubah dengan memutarnya sekitar 45 derajat
Gb. 2.3 Logo PT. Telekomunikasi Indonesia
Arti logo tersebut yaitu sebagai berikut:
1. Bentuk Visual Logo:
Misi TELKOM yang mantap, modern, luwes sederhana, cepat terlihat secara utuh.
2. Menggambarkan dunia telekomunikasi modern melalui teknologi mutakhir yang tercermin dalam citra keseluruhan.
3. gambaran sifat komunikasi kerjasama yang selaras secara berkesinambungan dan dinamis, digambarkan oleh garis-garis yang mengesankan gerak beraturan dengan warna dominan biru tua dan biru muda yang bergradasi membentuk kesatuan visual grafis yang utuh.
4. Warna biru tua dan biru muda gradasi menggambarkan teknologi tinggi komunikasi yang berkembang dalam suasana masa depan gemilang.
5. Ruang gerak TELKOM secara nasional dan internasional tergambar dalam bentuk bulatan dari logo.
6. Bentuk bulat yang berwarna biru tua menggambarkan utuhnya Wawasan Nusantara yang dipersatukan oleh telekomunikasi.
7. Bentuk huruf yang dipakai mencerminkan karakter modern, kokoh, berwibawa, dan kompak namun tetap sederhana dan mudah dibaca.
8. Secara teknis cetak modern, spesifikasi warna biru gradasi sulit untuk diproduksi.
Makna Maskot PT. TELKOM
PT. TELKOM memiliki sebuah maskot yang diungggulkan yang diberi nama Maskot Be Bee. Be Bee mempunyai arti sebagai berikut:
1. Antena lebih sensitive terhadap segala keadaan dan perubahan.
2. Mahkota kemenangan.
3. mata yang tajam dan cerdas.
4. Sayap yang lincah dan praktis.
5. Tangan kuning memberikan karya yang terbaik.
Gb. 2.4 Maskot Be Bee
Filisofi di balik sifat dan perilaku Be Bee
Lebih tergolong makhluk sosial yang senang bekerjasama, pekerja keras, dan mempunyai kesisteman berupa pembagian peran operasional dan fungsional. Menghasilkan yang terbaik berupa madu yang bermanfaat bagi berbagai pihak. Di habitatnya, lebah mempunyai dengung sebagai tanda keberadaanya dan loyal kepada kelompok berupa perlindungan bagi koloninya. Dan akan menyerang bersama bila diganggu. Lebih memiliki potensi diri yang baik berupa tubuh yang sehat, liat, dan kuat sehingga bias bergerak cepat, gesit. Dan efektif dalam menghadapi tantangan alam. Lebah berpandangan jauh ke depan dengan merancang bangun sarang yang kuat dan efisien, berproduksi, berkembangbiak, dan menyiapkan persediaan makanan bagi kelangsungan hidup koloninya. Lebah berwarna biru merupakan pembangunan insan TELKOM Indonesia.
Makna Kredo PT TELKOM
Gb. 2.5 Kredo PT. TELKOM
Commited 2 U memiliki arti yaitu suatu keyakinan di dalam hati.
Maksudnya, suatu anggapan atau pandangan dasar yang menentukan bagaimana insan TELKOM mempersepsikan, berpikir dan mempertanyakan lagi kebenarannya.
B. Struktur Organisasi / Filosofi Perusahaan
Struktur PT. Telkom Kancatel Kudus
SO : SITE OPERASIONAL
STO : SENTRAL REVENT OUTOMAT
ASMAN : ASISTEN MANAGER
1. SITE OPERATION KUDUS : STO KUDUS, STO DEMAK
2. SITE OPERATION PATI : STO PATI, STO TAYU
3. SITE OPERATION JEPARA : STO JEPARA, STO PECANGAAN, STO BANGSRI
4. SITE OPERATION REMBANG : STO JUWANA, STO REMBANG, STO LASEM
5. SITE OPERATION BLORA : STO BLORA, STO CEPU, STO NGAWEN
6. SITE OPERATION PURWODADI : STO PURWODADI, STO GUBUG, STO GODONG, STO WIROSARI
C. Ruang Lingkup produk/jasa
Berikut adalah beberapa produk dan layanan telekomunikasi PT. TELKOM:
1. Telepon
a. Telepon tetap (PSTN) layanan telepon tetap yang hingga kini masih menjadi monopoli TELKOM di Indonesia. Sambungan fasilitas telepon yang dapat digunakan untuk fungsi telepon, faksimile atau data/internet dengan penambahan modem oleh pelanggan.
Tingkat pelayanan yang disediakan (mulai dari yang tertinggi):
• Layanan Platinium
• Layanan Gold
• Layanan Silver
• Layanan Standard
Tingkat Layanan Platinium :
• Waktu pasang baru = 24 jam
• Mutasi sambungan = 1 hari
• Perbaikan gangguan = 12 jam
• Perbaikan gangguan = 12 jam
• Penyelesaian klaim pulsa = 3 hari
Tingkat Layanan Gold :
• Waktu pasang baru = 36 jam
• Mutasi sambungan = 1 hari
• Perbaikan gangguan = 24 jam
• Penyelesaian klaim pulsa = 3 hari
Tingkat Layanan Silver :
• Waktu pasang baru = 2 hari
• Mutasi sambungan = 1 hari
• Perbaikan gangguan = 2 hari
• Penyelesaian klaim pulsa = 7 hari
Tingkat Layanan Standard :
• Waktu pasang baru = 3 hari
• Mutasi sambungan = 1 hari
• Perbaikan gangguan = 3 hari
• Penyelesaian klaim pulsa = 14 hari
Untuk mempertegas komitmen Telkom dalam memberikan pelayanan untuk produk TELKOMPhone, maka Telkom memberikan konvensasi atas setiap keterlambatan (melebihi tolak ukur) pelayanan yang telah diperjanjikan.
Fasilitas layanan sebagai pelengkap / supplementary service (fitur) yang ditawarkan bagi pelanggan telepon pelanggan meliputi :
• Call Waiting / Nadasela, untuk dapat mengetahui dan menerima panggilan telepon tanpa memutus hubungan telepon yang sedang berjalan.
• Call Forwarding / Lacak, untuk mengalihkan tujuan panggilan ke nomor yang diinginkan pelanggan.
• Hotline / Andara, untuk menyambungkan hubungan telepon ke suatu nomor tertentu tanpa perlu dilakukan dialing oleh pelanggan.
• Three Party / Trimitra, untuk melakukan pembicaraan telepon dari 3 (tiga) pengguna/nomor yang berbeda.
• Abbreviated Dialing / Sandinada, untuk memudahkan dialing dengan memberikan nomor sandi untuk beberapa nomor telepon tujuan.
• Hunting, untuk memudahkan pengingatan nomor telepon dengan pemberian nomor panggil untuk beberapa nomor telepon yang dikelompokkan.
• Keyword, untuk melakukan klasifikasi kemampuan telepon (incoming only, local only atau SLJJ) sesuai keinginan pelanggan dengan melakukan proses setting tertentu melalui terminal telepon.
• Do Not Disturb, untuk menolak panggilan telepon pada saat pelanggan tidak ingin dihubungi.
• Wake Up Call, untuk melakukan panggilan sebagai announcement pada waktu tertentu sesuai keinginan pelanggan.
• CLIP – Calling Line Identification Presentation, untuk mengetahui nomor pemanggil secara langsung melalui terminal khusus.
• Voice Mail Box (TELKOMMemo), Fasilitas layanan yang diberikan bagi pelanggan telepon yang berguna untuk merekam pesan di saat telepon sedang digunakan, tidak ada yang menjawab atau pada saat telepon mengalami kerusakan. Pelanggan akan mendapat notifikasi apabila ada pesan di dalam mailboxnya.
• TeleInfo, layanan jasa informasi dan hiburan yang dikemas secara interaktif untuk pelanggan dengan voice response system (VRS). Setiap wilayah pelayanan TELKOM menyediakan jasa informasi dan hiburan yang berbeda.
• SMS (TELKOMSMS), layanan jasa pengiriman pesan dengan menggunakan media data dimana pelanggan dapat mengirim dan menerima pesan secara tertulis, dan dapat dikirim/diterima dalam waktu yang singkat.
b. Telkom Flexi adalah layanan jasa telekomunikasi suara dan data berbasis akses tanpa kabel dengan teknologi CDMA yang sangat hemat karena biaya pemakaiannya mengacu pada tarif telepon rumah (PSTN TELKOM). Hemat pula bagi yang melakukan panggilan ke TELKOMFlexi, karena layaknya telepon rumah, Anda tidak dikenakan biaya airtime. Didukung teknologi terkini CDMA 2000 1X, membuat TELKOMFlexi memiliki kualitas suara yang sangat jernih dan radiasi yang rendah. Jenis terminalnya juga beragam, Anda bebas memilih untuk menggunakan terminal mobile atau fixed. Dapatkan sebuah kenyamanan dalam berkomunikasi. Telkom Flexi adalah layanan telepon fixed wireless CDMA yang mempunyai inovasi produk :
1. FlexiNet Unlimited adalah layanan akses internet Flexi bagi pelanggan Flexi prabayar (Trendy) maupun pascabayar (Classy) dengan tariff berlangganan secara Unlimited Harian (Rp 2.500), Mingguan (Rp 15.000), Bulanan (Rp 50.000), triwulanan (Rp 135.000 ), semesteran (Rp 225.000) dan tahuanan (450.000)
Cara registrasi :
a. Harian, ketik REG HARIAN kirim ke 2255
b. Mingguan, ketik REG MINGGUAN kirim ke 2255
c. Bulanan, ketik REG BULANAN kirim ke 2255
d. Triwulanan, ketik REG TRIWULANAN kirim ke 2255
e. Semesteran, ketik REG SEMESTERAN kirim ke 2255
f. Tahuanan, ketik REG TAHUANAN kirim ke 2255
2. Flexi Community merupakan layanan Closed User Group bagi pelanggan Flexi dimana komunikasi dalam satu grup diberikan tariff khusus.
Tarif : GRATIS Local Call antar member, SLJJ Rp 49,-/menit
50% Discount SMS antar member Flexi Milis, Rp 100,-/sms (<200 member), Rp 150,-/sms (> = 200 member)
Syarat : TREndy : Akumulasi Isi Ulang Rp 25rb/bulan
Classy : Minimum Tagihan Rp 25rb/bulan
3. Flexi Milis merupakan layanan untuk melakukan pengiriman SMS kepada se-kelompok (grup) pelanggan Flexi yang telah dibentuk terlebih dahulu (analogi dengan layanan mailing list pada email).
Cara kirim : Ketik
4. Flexi Ngroompi merupakan layanan conference call menggunakan Flexi dengan cara yang sangat praktis. Tarif berlaku Rp 49,-/menit.
Cara pemakaian : Call ke *55*
5. Flexi Chatting merupakan aplikasi chatting yang terinstall di Handset Bundling Flexi
Jenis chatting :
Flexi Messenger (menggunakan nomor Flexi sebagai sebagai PIN) , G Talk, Yahoo Messenger, Bundled Features : Facebook dan Twitter
Tarif (incl. Data connection) : Chatting Rp 2.000,-/minggu, Facebook Rp 1.000,-/minggu, Twitter Rp 1.000,-/minggu
6. Flexi Conference merupakan layanan conference call dan SMS broadcast dari TELKOM Flexi untuk melakuakn panggialn conference call dan pengiriman SMS secara masal dengan mitra/kolega/kerabat, yang dikelola secara personal via PC yang terhubung ke internet.
Layanan utama yang dapat digunakan oleh pengguna adalah PERSONAL CALL CONFERENCE & PERSONAL SMS BROADCAST.
Fitur Layanan TELKOM Flexi : Dengan kecepatan akses hingga 153 Kbps, TELKOMFlexi pantas menjadi solusi kebutuhan komunikasi data Anda, mulai dari akses internet, download file, SMS, MMS* hingga fitur Call Forwarding, Call Baring maupun Voice Mail.
Tarif Layanan TELKOMFlexi
Pasca Bayar
Layanan TELKOMFlexi dengan sistem pembayaran di akhir melalui lembar penagihan atas pemakaian bulan sebelumnya
• PSB : Rp 150.000 (terminal disediakan pelanggan)
• Abonemen : Mengacu abonemen telepon segmen bisnisTarif Pemakaian :
• Lokal : Mengacu tarif Lokal PSTN Telkom
• SLJJ : Mengacu tarif SLJJ PSTN Telkom
• Internasional : Mengacu tarif Internasional PSTN Telkom
• Seluler : Mengacu tarif PSTN Telkom ke Seluler
• SMS : Rp 225 / sms (maks 160 karakter)
• Automutasi : Rp 50 / menit
Pra Bayar
Layanan TELKOMFlexi dengan sistem pembayaran di awal melalui pembelian nomor perdana dan voucher
• Nomor Perdana : Rp.150.000 (Nomor perdana + voucher Rp.100.000)
• Voucher : Rp.100.000* & Rp.150.000**
Tarif Pemakaian :
• Lokal : Mengacu tarif Lokal PSTN Telkom + surcharge
• SLJJ : Mengacu tarif SLJJ PSTN Telkom + surcharge
• Internasional : Mengacu tarif Internasional PSTN Telkom + surcharge
• Seluler : Mengacu tarif PSTN Telkom ke Seluler + surcharge
• SMS : Rp.250 / sms (maks. 160 karakter)
• Surcharge tarif : Rp.150 / menit
• Automutasi : Rp.100 / menit
• Voucher 100 ribu : masa penggunaan 2 bulan, masa aktif 3 bulan
• Voucher 150 ribu : masa penggunaan 3 bulan, masa aktif 4 bulan
c. Telkom Unicall, Layanan yang memberikan kemudahan bagi suatu perusahaan yang mempunyai banyak kantor cabang untuk dihubungi pelanggannya dengan hanya menghubungi satu nomor unik. Panggilan secara otomatis akan tersambung ke kantor/ kantor cabang dilokasi terdekat.
Produk ini menawarkan beragam benefit bagi pelanggan :
• Perusahaan mudah diingat berdasarkan nomor akses yang dimilikinya
• Lebih cepat melayani pelanggan karena dihubungkan ke kantor terdekat.
• Beban komunikasi sebagian ditanggung oleh pemanggil.
• Nomor akses tetap meskipun terjadi perubahan alamat kantor.
d. Telkom Free Personal, Layanan yang memberikan fasilitas telepon bebas biaya kepada pelanggan tertentu (yang telah diberikan PIN) untu menghubungi nomor telepon TELKOMFreePersonal.
Fitur Dasar yang langsung dikemas ke dalam layanan TELKOMFreePersonal adalah :
1. One Number, adalah beberapa nomor yang terletak di beberapa lokasi cukup dihubungi dengan satu nomor panggil saja.
2. Reverse Charging, adalah fasilitas yang merubah sistem penagihan biaya percakapan sehingga biaya percakapan dibebankan kepada nomor yang dipanggil.
3. PIN adalah fasilitas berupa kode akses yang berfungsi untuk membatasi panggilan masuk (incoming call) .
Fitur yang dapat ditambahkan pada layanan TELKOMFreePersonal, antara lain:
1. GEO Routing, adalah fasilitas pengaturan panggilan masuk (incoming call) sehingga panggilan masuk dapat dialihkan / diroutingkan ke suatu nomor sesuai keinginan pelanggan Personal TELKOMFree.
2. Day of Week, adalah fasilitas pengaturan panggilan masuk (incoming call) berdasarkan hari dalam seminggu.
3. Day of Year, adalah fasilitas pengaturan panggilan masuk (incoming call) berdasarkan hari-hari tertentu dalam setahun.
4. Call Distribution, adalah fasilitas pengaturan panggilan masuk (incoming call) sehingga dapat didistribusikan ke beberapa nomor berdasarkan prosentase.
Benefit yang ditawarkan kepada pelanggan :
1. Memudahkan komunikasi bagi pemegang PIN tanpa memikirkan biaya percakapan.
2. Pengontrolan biaya percakapan karena hanya diperuntukkan untuk orang tertentu.
3. Pembayaran biaya percakapan dapat dilakukan secara terpusat.
e. Telkom Virtual Net, Layanan yang memberikan fasilitas Closed User Group (CUG) kepada pelanggan korporasi melalui jaringan telekomunikasi umum (PSTN). Benefit yang ditawarkan bagi pelanggan meliputi :
• Meningkatkan efisiensi dalam pembiayaan.
• Perusahaan secara fleksibel dan cepat dapat menambah atau mengurangi cabangnya serta dapat menyediakan jaringan dengan segala fasilitasnya kepada semua karyawan di lokasi cabangnya.
• Memungkinkan pelanggan memiliki suatu jaringan pribadi dengan memanfaatkan jaringan umum tanpa adanya investasi tambahan.
f. Telkom Did, Fasilitas untuk PBX agar pelanggan di luar PBX dapat menghubungi sambungan cabang PBX tersebut secara langsung tanpa melalui operator. Fasilitas DID dapat diberikan kepada pelanggan yang mempunyai sambungan cabang (extention) paling sedikit 100 sambungan dengan komposisi minimal 10 sambungan pokok untuk digunakan sebagai fasilitas DID. Produk ini menawarkan benefit bagi pelanggan berupa :
• Lebih hemat (tidak memerlukan operator PBX).
• Privacy terjaga (tidak melalui operator PBX
Service Outlet :
- Kantor Pelayanan TELKOM.
- Account Management
Informasi lebih lanjut hubungi call center : 147
Coverage : Layanan ini dapat diakses dari seluruh wilayah pelayanan Telkom
2. Data/Internet
a. TELKOMNet-Instan adalah layanan dari PT Telkom untuk memperoleh Internet dial-up secara mudah dan tanpa berlanggan dengan konsep layanan mudah dan sederhana.
Keuntungan :
• Tidak perlu mendaftar
• Tidak perlu berlangganan
• Tidak ada biaya abonemen
• Tidak ada biaya bulanan
• Relatif lebih murah
• Tidak ada batasan waktu akses
• Bayar sesuai pemakain : "Pay as you go"
• Tidak memperhatikan jarak (Lokal 1 atau Lokal 2).
• Biaya ditagihkan pada nomor telepon melalui tagihan telepon bulanan, masuk dalam kolom SLJJ.
Tarif : Rp 165,- per menit, sudah termasuk biaya pulsa telepon dan pemakaian internet. Bila dibandingkan dengan penyelenggara lainnya, TELKOMNet-Instan relatif lebih murah. Jangkauan Wilayah Seluruh Indonesia, Cara Penggunaan :
Hardware disyaratkan
• Komputer:min. 486 DX(disarankan Pentium)
• RAM:min. 8 MB(disarankan 16 MB)
• Modem:min. 14.4 kbps(disarankan 33.6 kbps)
• Saluran telepon
Software disyaratkan :
• Operating system: Minimal Windows 3.1
• Browser:Internet Explorer atau Netscape Navigator atau Browser Lainnya
• Dial-Up Networking (bawaan Windows)
PETUNJUK SETTING
1. Setting ke Telkomnet Instan
o My Computer
o Dial-Up Networking
o Make New Connection
2. Setting DNS Bila Diperlukan
o My Computer
o Dial Up Networking
o Pilih koneksi ke Telkomnet Instan klik kanan pada mouse
o Nomor Akses : 080989999
o User : telkomnet@instan (Huruf kecil Semua)
o Password : telkomnet@instan (Huruf kecil Semua)
o Properties
o Server Type
o TCP/IP
o Klik pada Specify name server address :
o Primary DNS : 202.134.2.5
o Secondary DNS : 202.134.0.155
3. Setting DNS Bila Diperlukan
o Klik Start
o Pilih Setting
o Control Panel
o Internet atau Internet Option
o Klik pada The Internet using a proxy server
o Pengisian
o Address : proxies.telkom.net.id
o Port : 8080
4. Cara menurunkan Speed Modem
o Klik Start
o Pilih Setting
o Control Panel
o Modem
o Lihat pada konfigurasi speed modem bagian bawah
o Pilih kecepatan rendah satu di bawahnya untuk setting menurunkan kecepatan modem
o Ok
b. ASTINet adalah layanan akses internet dan multimedia. TELKOMNet untuk Akses Internet menuju Global Internet. Layanan ini menyediakan fasilitas koneksi akses ke Internet yang disediakan pada port router TELKOMNet. Fasilitas ini dapat digunakan untuk akses Internet secara dedicated dengan menggunakan beragam fasilitas saluran akses yang tersedia, misalnya melalui akses leased line, akses DSL (HSMA), dedicated VSAT, akses radio dan sebagainya.. Dengan layanan ASTINet ini pelanggan dapat menikmati layanan akses Internet dengan kenyamanan akses selama 24 jam sehari. Layanan ini menyediakan layanan akses internetsecara dedicated dengan kecepatan mulai dari 64 Kbps sampaidengan 2 Mbps.
Karakteristik layanan ASTINet adalah sbb :
• Fully dedicated high speed connection to Global Internet
• Connecting customer LAN to Internet melalui TelkomNetrouter
• Guaranteed Quality of Service for customer satisfaction
Jangkauan layanan dari produk ASTINet adalah diseluruh area backbone TELKOMNet yang terpasang router akses.
c. SPEEDY adalah layanan Internet (Internet Service) berkecepatan tinggi dari PT. TELKOM, berbasis teknologi akses Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL), yang memungkinkan terjadinya komunikasi data, voice dan video secara bersamaan, pada media jaringan akses kabel tembaga (line telepon).
Keunggulan Speedy : High Speed Internet, Akses LAN akses (Teleworking, SOHO), Belajar Jarak Jauh (Distance Learning), Video Conference, Broadcast TV, Home shopping,Video On Demand.
Fasilitas yang disediakan :
* Instalasi filter customer premises*
* Guaranteed-speed sampai Broadband RAS
* Line Akses Broadband
* Akses internet (ASTINet)
Fasilitas yang menjadi kewajiban Pelanggan : Terminal, customer modem & instalasi modem tersedia di pasar bebas.
Tarif Layanan Speedy
NO. Jenis Layanan Kecepatan
(Up / Down Stream) PSB Aktifasi
(Rp.) Monthly Fee
(Rp.) Free Usage Kelebihan
Usage
(per MB)
1. Limited Home 64 / 384 Kbps 150.000 300.000 750 MB 700
2. Limited Proffesional 64 / 384 Kbps 150.000 700.000 2 GB 700
3. Unlimited 64 / 384 Kbps 150.000 2.000.000 - -
4. Unlimited Warnet 64 / 384 Kbps 150.000 3.000.000 - -
Gb. 2.8 Tabel Tarif Layanan Speedy
Layanan Speedy Flash adalah merupakan layanan yang memungkinkan pelanggan untuk senantiasa terhubung (always connected) ke akses broadband internet baik dalam posisi fixed melalui layanan Speedy dan dalam posisi bergerak / mobile melalui layanan TELKOMSEL Flash.
Perbandingan Paket Speedy Flash
Paket
Speedy Flash Price
Flash Speed Fair Use Keterangan
Primera
(Single Session) Rp 99.000* Max
384 Kbps 500 MB Biaya Bulanan Total Rp 1.995.000 termasuk akses Speedy 385 Kbps Unlimited
Fantastica
(Multi Session) Rp 259.000 Up to
Speedy speed 350 MB Total biaya bulanan tergantung paket Speedy yang dipilih
Ultima
(Multi Session) Rp 299.000 Up to
Speedy speed 700 MB Total Biaya bulanan tergantung paket Speedy yang dipilih
Gb. 2.9 Tabel Tarif Layanan Speedy Flash
• berlaku selama 3 bulan pertama, dan kembali ke tariff normal Rp 150.000
• Masa Aktif 30 hari
d. e-Business (i-deal, i-manage, i-Settle, i-Xchange, TELKOMWeb Kiostron, TELKOMWeb Plazatron)
e. Solusi Enterprise - INFONET
f. TELKOMLink DINAccess
g. TELKOMLink VPN IP, layanan komunikasi data any to any connection berbasis IP MPLS.
h. TELKOMNet Whole Sale (VPN Dial), Layanan akses dial up ke intranet suatu perusahaan yang dilakukan secara remote dan mobile melalui jaringan data berbasis TCP IP (MPLS/tunneling) pada TELKOMNet.
i. TELKOM ISDN, jaringan digital yang menyediakan layanan telekomunikasi multimedia, merupakan pengembangan dari sistem telepon yang telah terintegrasi.
3. Satelit, TELKOMSatelit (Sewa Transponder), TELKOMVSAT (VSAT).
a. Yes TV
Keunggulan :
1. Jangakauan Luas : Menggunakan satelit Telkom-1, memungkinkan siaran yestv dapat diterima dimana saja diseluruh kepulauan Indonesia.
2. Bebas Gangguan Cuaca : Menggunakan frekuensi C-Band, yang sama dengan frekuensi FTA
3. Sistem Kompresi Digital : Memungkinkan yestv menghantarkan siarannya dengan kualitas gambar dan suara jernih.
4. Parabola Kecil berdiameter 1 m : Perangkat yestv praktis dibawa kemana saja, tanpa perlu ruang luas.
5. Sistem Bilingual (Dua Bahasa) : Decoder yestv memiliki system Bilingual, yaitu dua bahasa.
6. Parental Lock : Decoder yestv memiliki fitur Parental Lock untuk orangtua agar selektif memilih tayangan bagi anak-anak mereka dengan system password.
7. Electronic Program Guide : Menggunakan system EPG, yang memungkinkan pelanggan Yes TV mendapatkan jadwal acara langsung dilayar kaca.
8. Tayangan Unggulan : Yestv memiliki tayangan unggulan, yaitu Liga Sepakbola Dunia dan tayangan Religi.
9. 24 Jam Non Stop : yestv menayangkan program-program local & mancanegara yang beraneka ragam selama 1 harian penuh.
b. Groovia TV
Groovia menawarkan pengalaman baru dalam menonton televisi melalui Internet dengan berbagai kombinasi fitur yang membuatnya menjadi multimedia one-stop lengkap untuk keluarga.
Fitur lain yang membuat Groovia begitu istimewa adalah TV pergeseran waktu dimana bebas untuk pemutaran siaran televise favorit sampai seminggu belakang dan melakukan memundurkan, fast forward dan jeda untuk siaran televisi.
PAKET GROOVIA TV
Triple Play Package
Triple Play Groovy 1 Groovy 2 Groovy 3
PSTN Free Abonement
IPTV Groovy Basic Pack
Broadband Internet 1 Mbps 2 Mbps 3 Mbps
Monthly Fee Rp 695.000 Rp 1.045.000 Rp. 1.745.000
Gb. 2.10 Tabel Paket Groovia TV
Additional Set Top Box
- Rp 195.000 for Groovia SD costumer
- Rp 225.000 for Groovia HD costumer
4. Delima (Delivery Money Access)
Layanan pengiriman uang aman dan langsung sampai.. Delima melayani pengiriman uang domestic yang menggunakan HP sebagai media informasi. Pengiriman dan penerima mendapat SMS notifikasi secara cuma-cuma.
Transaksi Delima :
a. Pengiriman (cash in)
b. Pengambilan (cash out)
c. Pengembalian (refund) : transaksi pengembalian uang oleh outlet atau penarikan uang oleh pengirim dikarenakan sudah lewat masa kadaluarsa transaksi pengirim.
Syarat transaksi Delima :
a. Mempunyai identitas diri : KTP/SIM/Paspor
b. Tidak perlu mempunyai/membuat account bank
c. Transaksi tidak dapat diwakilkan atau dikuasakan.
Area Layanan : Target lokasi cash point seluruh Indonesia 2011 : 40.000 cash point (Outlet layanan): Plasa Telkom & mitra.
D. Prosedur dan Mekanisme Operasional
Di dalam rutinitas Prosedur dan Operasional PT. Telkom di DIVA Kancatel Kudus terdapat kesimpulan yang di dapat oleh penulis diantaranya :
- Masuk kantor pukul 08.00 WIB pulang pukul 17.00 WIB. Istirahat pukul 12.00 WIB sampai dengan 13.00 WIB.
- Breving pagi dipimpin oleh Supervisor pukul 08.00 s/d 08.30 WIB, materi pembahasan meliputi : Hasil kinerja hari sebelumnya yang meliputi ada pekerjaan yang belum terselesaikan apa tidak, ada gangguan baru apa tidak, kendala-kendala yang dihadapi oleh karyawan, pencarian solusi atas masalah-masalah tersebut oleh team yang dipimpin oleh Supervisor , pembagian dan pemberian tugas untuk hari ini dan sosialisasi apabila adanya program atau produk baru dari Telkom Regional ataupun Telkom Pusat.
- Dalam hal pakaian karyawan dan staf Telkom diberikan seragam yang berbeda dari senin sampai sabtu (piket), untuk tamu ataupun pengalaman yang dialami penulis sewaktu PPL harus memakai pakaian minimal kaos berkerah, bersepatu dan tidak diberkenankan memakai kaos oblong ataupun memakai sandal ini berlaku untuk semua staf dan karyawan.
- Untuk tamu yang berkunjung dan berkepentingan di Telkom prosedurnya harus mengisi buku tamu di pos security dan bila diperlukan maka akan dikawal oleh security yang bersangkutan.
- Untuk parkir kendaraan untuk karyawan di sebelah kiri bangunan Telkom dan harus di tata rapi, begitu juga untuk kendaraan tamu dan pelanggan di parkir didepan yang diatur oleh staf parkir.
- Dalam pengamatan penulis kebersihan, disiplin dan beribadah menjadi prioritas bagi karyawan dan staf Telkom Kancatel Kudus.
- Dalam kinerja dan pembagian tugas sehari-hari karyawan telkom dibantu oleh karyawan outsourching. Kontrak karyawan outsourching yang diberikan selama satu tahun dan dapat diperpanjang dengan ketentuan dan prosedur dari Pusat.
- Untuk perekrutan karyawan Telkom, ketentuan dan pertimbangan dari Telkom pusat dengan sesuai kebutuhan perusahaan, Penempatan di seluruh Indonesia.
- Adanya fasilitas yang diberikan kepada staf dan karyawan yaitu berupa kendaraan dengan pemakaian sesuai kebutuhan.
BAB III
HASIL PENGAMATAN
A. Manajemen Strategi
Manajemen strategis adalah seni dan ilmu penyusunan, penerapan, dan pengevaluasian keputusan-keputusan lintas fungsional yang dapat memungkinkan suatu perusahaan mencapat sasarannya. Manajemen strategis adalah proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran tersebut, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi. Manajemen strategis mengkombinasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu bisnis untuk mencapai tujuan organisasi.
Dalam strategi bisnisnya di PT TELKOM tertuang di Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan yaitu menjalankan pelayanannya di bidang jasa bagi seluruh masyarakat baik dalam maupun luar negeri. Salah satunya yaitu To Provide One Stop Services with Excellent Quality and Compettive Price”, yang mengandung arti bahwa TELKOM menjamin pelanggan akan mendapat layanan terbaik dalam bentuk kemudahan, kualitas jaringan, kualitas produk, dengan harga kompetitif
B. Manajemen Keuangan
Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan. Di TELKOM manajamen Keuangan berada di pusat atau tersentral.
C. Manajemen Pemasaran
Manajemen Pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan (Kotler, 1980).
Salah satu cara pemasaran yaitu dengan promosi, strategi promosi yang dilakukan oleh PT. Telkom Kancatel Kudus adalah melalui Personal selling dengan tenaga team sales force yang di maksudkan bahwa salesman dapat menjual produk Telkom, yang terlebih dahulu melakukan penawaran atau presentasi kepada calon konsumen.
Periklanan dengan menggunakan media elektronik (radio, TV), media cetak (surat kabar) dan menggunakan media luar ruang (billboard, banner, dan poster). Publisitas dengan menjadi sponsorship pada saat pelaksanaan even–even tertentu dan memberi bantuan kepada para korban bencana alam.
D. Manajemen Operasional
Manajemen Operasional adalah usaha pengelolaan secara optimal penggunan faktor produksi : tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah dan faktor produksi lainnya dalam proses tranformasi menjadi berbagai produk barang dan jasa.
Apa Yang Bisa Dilakukan Manajer Operasi Dan Orientasi Manajer Operasi
Melakukan fungsi-fungsi proses manajemen : perencanaan, pengorganisasian, pembentukan staf, kepemimpinan dan pengendalian. Orientasi manajer operasi ialah mengarahkan keluaran/output dalam jumlah, kualitas, harga, waktu dan tempat tertentu sesuai dengan permintaan konsumen.
E. Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen (SIM) (bahasa Inggris: management information system, MIS) adalah bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis.
TELKOM merancang dan menerapkan pengendalian internal berbasis kerangka kerja COSO Internal Control. Perancangan dan penerapan pengendalian internal kami mengacu pada konsep utama kerangka kerja COSO Internal Control.
F. Manajemen Sumberdaya Manusia
Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal. MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis. TELKOM mengelola SDM berbasis kompetensi (human capital based). Dalam implementasinya selaras dengan transformasi TIME yang berlangsung pada tahun 2010, kebijakan dan master plan SDM senantiasa disesuaikan agar pengelolaan SDM selaras dengan pengelolaan bisnis. Mengembangkan kebijakan dan proses SDM sesuai portofolio bisnis TIME terkait dengan perencanaan SDM; dan, perekrutan dan seleksi, pengukuran kinerja SDM, remunerasi, pengembangan kompetensi, pengembangan karir dan program pensiun.
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Manajemen Strategi
Dalam strategi bisnisnya di PT TELKOM tertuang di Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan yaitu menjalankan pelayanannya di bidang jasa bagi seluruh masyarakat baik dalam maupun luar negeri, PT. TELKOM mempunyai visi dan misi untuk berkompetensi dengan perusahaan pesaing.
Adapun visi dan misi PT. TELKOM adalah sebagai berikut:
1. Visi
To become a leading Infocom player in the region.
PT TELKOM selalu berusaha menjadi perusahaan penyedia jasa yang terbaik bagi konsumennya. Dalam merealisasikan tujuan tersebut maka PT TELKOM mempunyai visi yaitu menjadi “Pelaku Infocom Terkemuka Dikawasan Regional” yang mengandung arti bahwa PT TELKOM bergerak dalam bisnis informasi dan telekomunikasi yang secara nyata diwujudkan dalam bentuk keragaman produk jasa. Semula layanan yang disajikan hanya POST (Plain Ordinary Telephone Service) Telkom berupaya untuk menempatkan diri sebagai perusahaan Infocom terkemuka di kawasan Asia Tenggara, Asia dan akan berlanjut ke kawasan Asia Pasifik.
2. Misi
One Stop InfoCom
Telkom mempunyai misi memberikan layanan “One Stop InfoCom” dengan jaminan bahwa langganan akan mendapatkan layanan terbaik, berupa kemudahan, produk dan jaringan berkualitas, dengan harga kompetitif. Selain visi PT TELKOM juga mempunyai misi untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumennya. Misi PT TELKOM yaitu” To Provide One Stop Services with Excellent Quality and Compettive Price”, yang mengandung arti bahwa TELKOM menjamin pelanggan akan mendapat layanan terbaik dalam bentuk kemudahan, kualitas jaringan, kualitas produk, dengan harga kompetitif. Selain misi utama tersebut PT TELKOM juga mempunyai satu misi yang tak kalah pentingnya yaitu mengelola usaha melalui cara yang baik yaitu dengan mengoptimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan dengan teknologi yang kompetitif serta Bussines Partner yang sinergi.
3. Tujuan
Adapun tujuan PT. TELKOM yaitu membangun, mengembangkan, dan mengusahakan telekomunikasi untuk umum dalam negeri dalam arti seluas-luasnya guna meningkatkan kelancaran hubungan masyarakat dalam menunjang terlaksananya pembangunan nasional Untuk mencapai tujuan tersebut, PT. TELKOM menjalankan kegiatan-kegiatan antara lain:
a. Merencanakan, mendukung, menyediakan, memiliki, mengembangkan, dan selanjutnya mengoperasikan, serta memelihara sarana atau fasilitas telekomunikasi untuk mendukung terselenggaranya jasa telekomunikasi.
b. Meningkatkan kemampuan sarana atau fasilitas telekomunikasi dalam rangka peningkatan jasa bagi masyarakat luas.
c. Menjalankan kegiatan dan usaha lain dalam rangka pemanfaatan dan pengembangan sumber daya yang dimiliki perseroan dalam rati seluas-luasnya, antara lain yaitu mengembangkan sumber daya manusia, memanfaatkan aktifa tetap dan aktifa bergerak, fasilitas sistem informasi, fasilitas pendidikan dan pelatihan, fasilitas pemeliharaan dan perbaikan.
d. Melakukan kegiatan-kegiatan lain yang diperlukan dengan lapangan usahanya.PT. TELKOM juga bekerja sama dengan pihak lain dalam mendirikan atau menjalankan perusahaan, ikut serta dalam perusahaan atau badan usaha tersebut baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama dengan badan usaha lain atau pihak lain. Kerjasama ini mencangkup kerjasama internasional, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Inisiatif Strategis
1. Mengoptimalkan layanan jaringan telepon tidak bergerak kabel / fixed wireline (“FWL”).
2. Memperkuat & mengembangkan bisnis jaringan tidak bergerak nirkabel / fixed wireless access ( “FWA”) dan mengelola portofolio nirkabel.
3. Melakukan investasi pada jaringan pita lebar (broadband).
4. Mengintegrasikan solusi enterprise dan berinvestasi di bisniswholesale.
5. Mengintegrasikan Next Generation Network (“NGN”).
6. Mengembangkan layanan teknologi informasi.
7. Mengembangkan bisnis media dan edutainment.
8. Merampingkan portofolio anak perusahaan.
9. Menyelaraskan struktur bisnis dan pengelolaan portofolio.
B. Manajemen Keuangan
Laporan Keuangan Semester I, Kinerja PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) pada Semester I/ 2011 memberikan indikasi terus tumbuh dibandingkan dengan Semester I/2010. Ini ditunjukkan dengan pertumbuhan pelanggan yang cukup berarti pada berbagai portofolio bisnis, baik telephony maupun broadband. Pertumbuhan pelanggan telephony sebagai berikut: (1). Jumlah pelanggan seluler mengalami kenaikan 15,8% dari sebelumnya 88.32 juta menjadi 102,30 juta; (2). Jumlah pelanggan Flexi mengalami kenaikan 17,9% dari sebelumnya 15,90 juta menjadi 17,74 juta; (3). Jumlah pelanggan wireline mengalami kenaikan 0,3% dari sebelumnya 8,4 juta menjadi 8,42 juta. Ini sesuatu yang menggembirakan karena terdapat kecenderungan, masyarakat mulai “berminat” kembali untuk memanfaatkan layanan telepon kabel.
Sementara itu pertumbuhan pelanggan broadband menunjukkan angka yang sangat menggembirakan, yaitu: (1). Jumlah pelanggan Telkomsel Flash mengalami kenaikan sebesar 74,4% dari sebelumnya 2.97 juta menjadi 5.19 juta; (2). Jumlah pelanggan Speedy naik sebesar 41,3% dari sebelumnya 1.41 juta menjadi 2 juta; (3). Pelanggan Blackberry naik sebesar 381% dari sebelumnya 456 ribu menjadi 2,19 juta. “Layanan broadband merupakan salah satu bisnis unggulan TelkomGroup ke depan. Kami yakin pertumbuhan jumlah pelanggannya akan melaju secara konsisten karena data sudah menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat,” demikian Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah. Pada sisi lain, kinerja keuangan dari Triwulan I/2011 ke Triwulan II/2011 menunjukan angka yang optimistis bahwa TelkomGroup tetap mampu bersaing di tengah-tengah persaingan yang sangat tajam dalam industri telekomunikasi dan informasi. Berikut disampaikan angka pertumbuhan pendapatan operasi, EBITDA dan laba bersih sebagai berikut: (1) Pendapatan operasi tumbuh 6,3% atau Rp 17,7 Triliun dari sebelumnya Rp 16,7 Triliun; (2). EBITDA tumbuh sebesar 9,1% atau Rp 9,4 Triliun dari sebelumnya Rp 8,64 Triliun; (3). Laba bersih tumbuh sebesar 10% atau Rp 3,11 Triliun dari sebelumnya Rp 2,82 Triliun.
Data di atas adalah pertumbuhan TelkomGroup sedangkan jika melihat pertumbuhan Telkomsel dari Triwulan I/2011 ke Triwulan II/2011 sebagai berikut; (1). Pendapatan operasi tumbuh 5,6% dari sebelumnya Rp 11,3 Triliun menjadi Rp 11,93 Triliun; (2) EBITDA tumbuh sebesar 10,1% dari sebelumnya Rp 6,25 Triliun menjadi Rp 6,88 Triliun; (3). Laba bersih naik 9,6% dari sebelumnya Rp 2,86 Triliun menjadi Rp 3,13 Triliun. “Angka pertumbuhan kami dari Triwulan I ke Triwulan II menunjukkan bahwa Telkomsel (TelkomGroup) hingga Semester I/2011 masih memperlihatkan pergerakan yang positif, setidaknya berada dalam koridor rata-rata industri sejenis,” kata Rinaldi Firmansyah.
Pendapatan operasi TelkomGroup pada Semester I/2011 dibandingkan dengan Semester I/2010, pertumbuhannya 2,2% atau sebesar Rp 34,46 Triliun dari sebelumnya Rp 33,71 Triliun sedangkan EBITDA mengalami penurunan 3,7% dari sebelumnya Rp 18,76 Triliun menjadi Rp 18,07 Triliun. Sementara laba bersih mengalami penurunan 1,5% dari Rp 6,03 Triliun menjadi Rp 5,94 Triliun. “Memang pertumbuhan dari Semester I/2010 ke Semester I/2011 belum sesuai seperti yang diharapkan karena cash cow dari voice seluler pertumbuhannya mulai melambat sedangkan portofolio bisnis broadband belum dapat secara langsung menutupi kelambatan pertumbuhan voice meskipun pertumbuhan bisnis broadband masih di atas 17%. Kami optimis hingga akhir tahun akan menunjukan pertumbuhan yang semakin baik,” kata Rinaldi Firmansyah.
Dijelaskan Rinaldi Firmansyah, pada 2011 Telkom telah melaksanakan sejumlah agenda strategis dan menunjukkan komitmen manajemen yang tetap solid dan pada beberapa sektor pertumbuhannya melebihi harapan seperti broadband access dan layanan dalam portofolio information, media & edutainment. ”Kami yakin bahwa kapasitas yang ada saat ini mampu mendorong pencapaian pertumbuhan yang berkelanjutan dan mampu beradaptasi terhadap dinamika industri telekomunikasi,” demikian Rinaldi Firmansyah.
C. Manajemen Pemasaran
Strategi promosi merupakan salah satu hal yang paling penting dalam memperkenalkan dan mempromosikan suatu produk kepada masyarakat. Dengan adanya kegiatan promosi tersebut, maka barang atau jasa yang ditawarkan akan diminati oleh calon konsumen. Metode penelitian dari Tugas Akhir ini menggunakan metode deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, interview dan studi pustaka. Strategi promosi yang dilakukan oleh PT. Telkom Kancatel Kudus adalah melalui Personal selling dengan tenaga team sales force yang di maksudkan bahwa salesman dapat menjual produk Telkom, yang terlebih dahulu melakukan penawaran atau presentasi kepada calon konsumen.
Periklanan dengan menggunakan media elektronik (radio, TV), media cetak (surat kabar) dan menggunakan media luar ruang (billboard, banner, dan poster). Publisitas dengan menjadi sponsorship pada saat pelaksanaan even–even tertentu dan memberi bantuan kepada para korban bencana alam. Promosi Penjualan dengan melakukan pameran dan pemberian hadiah ataupun diskon. Tujuan promosi yang dilakukan oleh PT. Telkom Kancatel Kudus yaitu memberitahu, menjaga image, dan membujuk / mempengaruhi. Sebaiknya tempat pelaksanaan personal selling dilakukan di daerah–daerah. Kegiatan periklanan flexi melalaui radio, TV supaya ditingkatkan lagi. Akan lebih baik lagi jika kegiatan publisitas tidak hanya menjadi sponsorship dan pemberian bantuan kepada korban bencana alam tetapi dapat juga memberikan beasiswa kepada para siswa berprestasi yang kurang mampu. Dalam melaksanakan promosi penjualan supaya lebih banyak mengadakan pameran, pemberian diskon ataupun hadiah.
D. Manajemen Operasional
Sejak tahun 2006, TELKOM menerapkan manajemen risiko mengacu pada kerangka kerja COSO Enterprise Risk Management dan dalam penerapannya manajemen risiko adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari penerapan GCG dan pengendalian internal. dengan kerangka kerja berbasis COSO Enterprise Risk Management. Sesuai visinya: ”Menjadikan pengelolaan risiko sebagai BUDAYA YANG MELEKAT dalam pelaksanaan proses bisnis dan operasional” maka tahapan manajemen risiko dibangun meliputi tahapan:
• 2008 : menjadikan pengelolaan risiko dan kepatuhan sebagai kebutuhan dalam setiap proses;
• 2009 : memastikan penerapan pengelolaan risiko dan kepatuhan secara disiplin;
• 2010 : menjadikan pengelolaan risiko dan kepatuhan sebagai budaya yang melekat;
• 2011 : memastikan pengelolaan risiko dan kepatuhan berjalan cukup efektif;
• 2012 : menjadi panutan dalam pengelolaan risiko dan kepatuhan di BUMN/industry telekomunikasi.
Upaya integrasi manajemen risiko melekat dengan proses bisnis dan operasional.
Beberapa langkah strategis dilakukan Perusahaan untuk mengintegrasikan risiko sampai pada tingkat transaksional (proses bisnis dan operasional) meliputi:
• Membangun visi pengelolaan risiko;
• Penciptaan iklim Perusahaan yang mendukung mendukung penerapan manajemen risiko;
• Menyusun kebijakan manajemen risiko sebagai pedoman pengelolaan risiko di Perusahaan;
• Mengembangkan kompetensi dan proses pembelajaran manajemen risiko secara berkesinambungan;
• Menetapkan risk register dan secara berkala melakukan penilaian tingkat risiko dan rencana mitigasi yang diperlukan untuk mengendalikan risiko sesuai risk register;
• Menentukan skala prioritas penanganan risiko dan alternatif rencana mitigasi dengan mempertimbangkan tingkat cost and benefit;
• Mengembangkan sistem informasi manajemen risiko dan melakukan komunikasi kepada seluruh unit di Perusahaan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan kualitas pengendalian atas risiko; dan
• Melakukan pengawasan implementasi program mitigasi dan dampaknya terhadap perubahan tingkat risiko secara berkala untuk memastikan tingkat risiko dapat dikendalikan.
Tahun 2010 penerapan manajemen risiko diarahkan untuk menjadi bagian yang turut mendukung pengelolaan bisnis dan menjadi partner strategis unit bisnis, untuk itu Perusahaan melalui Direktorat Compliance & Risk Management selalu berupaya untuk berada di depan dalam mengawal bisnis korporasi yang bergerak dinamis dan terus berbenah diri meningkatkan kapabilitas dan profesionalitas agar dapat berkontribusi terbaik menuju tercapainya pengelolaan korporasi yang berbasis manajemen risiko yang modern.
Beberapa aktivitas yang dilakukan pada tahun 2010 antara lain:
• Menjadikan manajemen resiko menjadi salah satu indikator kinerja utama Perusahaan yang kinerjanya dinilai dan menjadi indikator KM (Kontrak Manajemen);
• Melakukan penilaian risiko, menyusun profil risiko tahun 2011 dan selanjutnya faktor-faktor risiko yang teridentifikasi menjadi masukan dan pertimbangan dalam menyusun perencanaan Perusahaan tahun 2011;
• Melakukan pengukuran/penilaian risiko unit berupa indeks manajemen risiko setiap triwulan dan membuat hasilnya menjadi bagian dari indikator kinerja unit yang dijaminkan dalam kontrak Nilai Kinerja Unit (NKU);
• Meningkatkan kemampuan pengelolaan risiko unit melalui asistensi penyusunan registrasi risiko dan penilaian risiko unit atau proyek baru;
• Melakukan pengawasan, pelaporan dan peringatan dini dengan menyajikan perubahan kondisi risiko kepada manajemen yang disampaikan setiap triwulan sebagai masukan Rapat Direksi dan Rapat Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko;
• Melakukan pengembangan system aplikasi risiko yaitu: Aplikasi Enterprise Risk Management (ERM) Online, Aplikasi Revenue Assurance (TRUST), Aplikasi Fraud Management System (FRAMES), Aplikasi Security and Safety Portal/Dashboard.
E. Sistem Informasi Manajemen
TELKOM merancang dan menerapkan pengendalian internal berbasis kerangka kerja COSO Internal Control. Perancangan dan penerapan pengendalian internal kami mengacu pada konsep utama kerangka kerja COSO Internal Control yaitu:
• Pengendalian internal adalah suatu proses,maka dalam penerapannya TELKOM merancang prosedur panduan kerja yang didalamnya memuat pengendalian internal;
• Pengendalian internal dipengaruhi oleh manusia, maka dalam penerapannya kami memahami bukan seberapa baik atau lengkap proses telah dirancang di Perusahaan melainkan yang lebih penting adalah apakah proses tersebut telah dijalankan oleh karyawan;
• Pengendalian internal bukan sebuah nilai yang absolut sifatnya melainkan harus kami pahami bahwa Perusahaan menjalankan pengendalian internal dengan maksud untuk dapat memberikan keyakinan yang memadai terkait dimilikinya cara untuk menjamin tercapainya tujuan; dan
• Pengendalian internal adalah salah satu komponen penggerak tercapainya tujuan Perusahaan dan bukan proses yang berbeda atau berseberangan atau saling tumpang tindih dengan proses mengelola Perusahaan.
Penerapan pengendalian internal di TELKOM secara riil adalah bersamaan waktunya dengan penerapan ketentuan Sarbanes Oxley Act (SOA) Section 404 yaitu pengendalian internal atas pelaporan keuangan (internal control over financial reporting atau ICOFR) yaitu sejak tahun 2002. Secara fokus pengendalian internal yang diterapkan dalam prosedur operasional adalah untuk memastikan tercapainya kehandalan laporan keuangan Perusahaan yang bebas salah saji dan bebas kesalahan, namun demikian mengingat ICOFR dirancang dan diterapkan berbasis risiko dimana risiko dimaksud tidak semata-mata risiko kuantitatif keuangan atas kehandalan laporan keuangan melainkan termasuk risiko kualitatif terkait dengan risiko strategis, risiko bisnis dan risiko operasional lainnya.
Aktivitas pengendalian internal di tahun 2010 tetap mengacu kepada kerangka kerja COSO Internal Control dan lebih dititikberatkan pada pemeliharaan rancangan untuk memastikan hasil rancangan tetap sesuai dengan perubahan industri dan transformasi organisasi yang berlangsung di tahun 2010.
F. Manajemen Sumberdaya Manusia
Sesuai kerangka kerja GCG yang kami rumuskan, kompetensi dan kemampuan SDM merupakan salah satu elemen penting yang harus diperhatikan Perusahaan untuk dapat mewujudkan praktek GCG. Sebaik apapun kebijakan dan proses yang telah dirancang tidak akan membuahkan hasil maksimal jika manusia yang menjalankan aktivitas tersebut tidak cukup profesional.
TELKOM mengelola SDM berbasis kompetensi (human capital based). Dalam implementasinya selaras dengan transformasi TIME yang berlangsung pada tahun 2010, kebijakan dan master plan SDM senantiasa disesuaikan agar pengelolaan SDM selaras dengan pengelolaan bisnis. Beberapa aktivitas yang dilakukan antara lain:
• Mengevaluasi dan merevisi direktori kompetensi sesuai portofolio bisnis TIME;
• Menyesuaikan tingkat kemampuan dari setiap kompetensi selaras dengan transformasi organisasi;
• Melaksanakan kompetensi penilaian;
• Mengembangkan kebijakan dan proses SDM sesuai portofolio bisnis TIME terkait dengan perencanaan SDM; dan, perekrutan dan seleksi, pengukuran kinerja SDM, remunerasi, pengembangan kompetensi, pengembangan karir dan program pensiun.
Pengelolaan Pengetahuan
Pengelolaan Pengetahuan (Knowl edge Management) yang kami terapkan sejak tahun 2004, yang kemudian didukung dengan kebijakan Perusahaan Nomor KD.27/PS100/COPF0033000/2007 tanggal 22 Mei 2007 tentang Knowledge Management (KM) TELKOM, bertujuan untuk meningkatkan kinerja Perusahaan. Hal ini mengingat kompetisi yang terjadi pada industry informasi dan telekomunikasi lebih mengarah kepada pengelolaan sumber daya manusia secara optimal melalui penggalian potensi kreativitas dan inovasi perorangan, kelompok, unit dan organisasi.
Saat ini, seluruh karyawan memperoleh kesempatan yang luas untuk menyampaikan ide, pengalaman, pengetahuan dan pembelajaran dalam bentuk tulisan yang dikelola Perusahaan dalam system pengelolaan pengetahuan yang kami sebut KAMPIUN. Setiap karyawan dapat berbagi pengetahuan dengan koleganya dengan cara mengunggah atau mengunduh melalui sistem, dimana dengan cara tersebut diharapkan dapat menjadi solusi atas beranekaragam permasalahan pekerjaan. KAMPIUN juga merupakan bank data (repository) pengetahuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan karyawan yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan produktivitas dan kualitas pekerjaan. Dapat kami katakan bahwa kami adalah pelopor atas aplikasi pengelolaan pengetahuan di Indonesia dan kami berusaha untuk terus meningkatkan penggunaan aplikasi tersebut.
Sejak pencanangan “Transforming to be Knowledge Enterprise Model” oleh Direktur Utama pada tahun 2008, secara terintegrasi penerapan pengetahuan telah mendukung eksekusi proses bisnis di setiap lini organisasi. Hasilnya TELKOM memperoleh penghargaan sebagai pemenang dalam Most Admired Knowledge Enterprise (MAKE) tingkat nasional dan menjadi finalis di tingkat regional Asia.
Mengacu pada kerangka kerja pengetahuan dalam perusahaan yang digagas TELEOS dalam Most Admired Knowledge Enterprise, TELKOM kemudian memperkokoh manajemen pengetahuan dengan lebih bertumpu pada kekuatan kepemimpinan dan budaya Perusahaan. Penguatan kepemimpinan dan budaya dimaksud meliputi beberapa area yaitu budaya inovasi, modal intelektual, berbagi pengetahuan, pembelajaran organisasi dan pengetahuan pelanggan.
Dalam kerangka kerja MAKE (Most Admired Knowledge Enterprise), peran pemimpin senior dalam mendukung pencapaian kinerja Perusahaan sangat penting, yaitu dengan menciptakan iklim dan budaya berbagi pengetahuan yang kolaboratif dan kondusif dalam upaya pencapaian pertumbuhan bisnis yang kesinambungan.
Pada tahun 2010, TELKOM tengah mengembangkan Corporate University yaitu institusi pendidikan yang dirancang untuk membantu Perusahaan mencapai visi dan misi melalui pengelolaan manajemen pengetahuan dengan metode pembelajaran yang lebih fokus dalam mendukung kebutuhan bisnis dan pengembangan kompetensi karyawan. Disamping itu, kami juga melakukan penyempurnaan atau peningkatan atas kualitas portal internal sebagai sarana untuk berbagi informasi dan pengetahuan yang terkait dengan seluruh kegiatan Perusahaan meliputi: aktivitas Perusahaan, kebijakan, program kerja dan laporan terkini Perusahaan yang diperbaharui secara real time dan secara online dapat diakses oleh seluruh karyawan.
Etika bisnis diterapkan mengacu pada kebijakan Perusahaan KD 05/2005 dan KD.43/2006. Dalam penerapannya kami selalu mengingatkan kembali kepada karyawan mengenai tata nilai dan etika bisnis melalui survei kepada seluruh karyawan yang memuat kuesioner dan studi kasus terkait pemahaman terhadap: tata kelola perusahaan yang baik, Etika Bisnis, Fakta Integritas, Fraud, Manajemen Risiko, Pengendalian Internal (SOA), Whistleblowing, Pelarangan Gratifikasi, Tata Kelola TI, Menjaga Keamanan Informasi dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan praktek tata kelola Perusahaan.Survei kami lakukan secara online melalui media portal/intranet Perusahaan dan diakhiri dengan pengungkapan persetujuan karyawan untuk bersedia menjalankan etika bisnis Perusahaan.
Metode ini kami pandang lebih efektif dan lebih mudah kami terapkan untuk dapat menjangkau seluruh karyawan diseluruh lokasi kerja. Terkait dengan prinsip kehati-hatian, kami melakukan survei dua kali dalam setahun kepada karyawan yang pekerjaannya sangat dekat dengan risiko pelanggaran. Hal ini berbeda dengan karyawan secara umum yang hanya mendapat survei sekali dalam setahun. Berdasarkan hasil survei etika bisnis yang kami laksanakan pada tahun 2010 diperoleh potret tingkat pemahaman etika bisnis oleh karyawan dalam ruang lingkup TELKOMGroup adalah rata-rata 74,9 poin dari skala 100. Pemahaman dan penerapan etika bisnis berikut hasil survei yang dilakukan merupakan salah satu bagian yang diaudit pada proses audit SOA 404 baik oleh internal maupun eksternal terkait dengan penerapan lingkungan pengendalian sesuai kerangka kerja COSO pengendalian internal pada audit tingkat entitas.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam melakukan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di PT. TELKOM KANCATEL KUDUS, penulis berkesempatan magang di Divisi Akses Jaringan. Di sini penulis dibina mengenai hal yang berhubungan dengan proses pemasangan baru, pencabutan serta keluhan dari pelanggan TELKOM mengenai layanan yang diberikan oleh TELKOM seperti jaringan Telepon dan jaringan Speedy, penulis juga belajar tentang ketatausahaan seperti proses input data, menerima telepon baik dari staf maupun konsumen, serta persiapan penyelanggaraan rapat. Selama melakukan magang penulis mengalami berbagai kendala. Diantaranya belum lancar dalam penggunaan program database, proses alur kerjanya serta menerima telepon, dimana kegiatan tersebut penulis kurang mampu untuk mempelajarinya.
Kemajuan yang dialami penulis selama melakukan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). di PT. TELKOM KANCATEL KUDUS antara lain pertama penulis dapat mengetahui proses kerja di Divisi Akses dan etika menghadapi pihak internal maupun eksternal (lapangan). Selain itu juga menambah wawasan. Bahwa pelayanan prima kepada konsumen yang dilakukan PT. TELKOM KANCATEL KUDUS tidak hanya dengan membuat press release, pres conference, atau pemasangan iklan suatu produk. Tapi juga dengan melakukan pendekatan kepada semua stakeholder, dan salah satunya adalah konsumen. Karena kepuasan konsumen merupakan salah satu indikator keberhasilan kinerja perusahaan. Kedua, penulis mengetahui sejarah berdirnya PT. TELKOM, struktrur organisasi, serta produk-produk dari PT. TELKOM. Selama satu bulan melakukan magang di PT. TELKOM KANCATEL KUDUS tujuan penulis mengetahui alktivitas layanan konsumen dan informasi mengenai keberadaan PT. TELKOM sendiri sudah tercapai meskipun dirasa belum maksimal. Manager memegang suatu peranan yang kuat dalam kelangsungan dan kemajuan PT. TELKOM KANCATEL KUDUS karena seorang Manager menjembatani hubungan antara pimpinan, stakeholder dan bawahan atau antara pihak perusahaan dengan masyarakat. Dan memberikan pelayanan dan informasi-informasi mengenai sesuatu perkembangan yang terjadi dengan perusahaan. Kalau terjadi adanya sebuah kekurangan atau kesalahan itu dapat segera diatasi. Sehingga dimasa akan datang akan tercipta hubungan yang lebih harmonis antara perusahaan dengan public internal maupun eksternal. Untuk itulah seorang Manager sangatlah diperlukan dalam lingkungan sebuah perusahaan. Karena tanpa adanya seorang Manager sebuah perusahaaan tidaklah berjalan dengan optimal dalam menjalankan kegiatannya.
B. Saran
Masih terdapat beberapa kekurangan yang penulis rasakan selama PPL, baik dari pihak PT. TELKOM KANCATEL KUDUS maupun pihak Fakultas Program Jurusan Syari’ah Progdi Ekonomi Islam STAIN Kudus.
C. Penutup
Alhamdulillah, puji syukur penulis haturkan kepada ilahi robbi yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan PPL ini.
Penulis menyadari bahwa kemampuan yang penulis miliki sangat terbatas, maka dalam penyajiannya masih jauh dari sempurna sehingga saran dan kritik yang bersifat konstruktif sangatlah penulis harapkan. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.
DAFTAR PUSTAKA
- Cutlip, Scoot M., Allen H. Center, Glen M.Broom.1999. Effective Public Relations. New Jersey : Prentice Hall.
- Soemirat, Sholeh dan Ardianto, Elvinaro.2004. Dasar-Dasar Public Relations. Bandung : Remaja Rosdakarya.
- Kotler, Philip dan Amstrong, Garry, 2000, Priciple of Marketing, Prentice Hall Inc.
- Plan, Richard E,. David A. Reid dan Ellen Bolman Pullins. 1999, “Perceived Trust in bussiness-to- Bussines Sales : A new Measure”, Journal Of personal Selling and salees Management. Vol. 19
No comments:
Post a Comment