Wednesday, December 24, 2014

Ma'af, Dimana Logika Tuan Presiden?



Bagaimana Logikanya, Bapak Presiden…?
Jika program anda adalah membentuk kabinet yang harus ramping, tapi kau bentuk kabinet dengan jumlah = kabinet SBY. Apa maksud kata 'ramping' itu?
Jika dulu kau katakan menentang mobil murah, justru kini kau bilang program mobil murah perlu dilanjutkan?
Waktu kau jamin jaksa agung bukan politisi parpol, lalu justru kau angkat jaksa dari Nasdem. Apakah Nasdem bukan parpol?
Dimana logikanya, Pak Joko..?
Waktu kau bilang perlu persulit investor asing untuk majukan investor lokal, tapi kau obral janji2 pada investor dunia dalam acara internasional?
Pernyataan kok selalu bertolak belakang..?
Waktu kau bicara tentang BLT dan BLSM karena cuma ngajari rakyat bodoh dan ga mau kerja. Tapi kini kau bagi2 program KKS (Kartu Keluarga
Sejahtera), yang sebetulnya serupa!
Ber-kali2 kau bilang koalisi tanpa syarat. Tak ada bagi2 kursi dalam kabinet, nyatanya kabinetmu sarat tokoh2 parpol?
Kenapa kok perbuatan dan ucapan tak sejalan?
Lalu kau jual penderitaan rakyat Palestina hanya untuk kampanye?
Dimana logikanya, pak?
Istrimu kenakan jilbab saat debat capres, kini melepasnya lagi. Jilbab pun kau jadikan bahan kampanye. Kenapa agama kau jual untuk politik,
pak?
Dimana logikanya, mister presiden..?
Harga minyak dunia turun drastis kau justru menaikannya…?
Menteri kelautanmu merokok di istana. Padahal pemerintah gencar larang merokok di tempat2 umum, dan Gedung2 pemerintah? Kenapa ia tak
jadi contoh?
Menteri sosialmu bilang waktu di NTT: "Bapak2 jangan rebutan ASI sama Balita". Ucapan saru, tak etis dan kampungan! Patut dan elok kah menteri ucap begitu?
Menko Ekonomi, Sofjan Djalil bilang pelemahan rupiah karena warisan kebijakan pemerintahan SBY. Enak betul tinggal menyalahkan pihak lain?
Menteri keuangan bilang bensin premium masih disubsidi Rp 1500. Berarti tanpa subsidi harganya Rp10.000,- kami bukan Kerbau!
Mendagri bilang: Server e-KTP ada di Amerika, padahal sebetulnya ada di Gedung Kantornya sendiri. Mau bikin sensasi?
Mendikbud Anies Baswedan yang hentikan kurikulum 2013, ternyata dia adalah orang yang terlibat membidani kurikulum itu! Bagaimana ini…?
Menteri PAN dan RB (Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) bilang tak boleh rapat di hotel tapi KemenPAN justru rapat di
ballroom mewah?
Hebat pak. Anda hebat. Baru beberapa bulan anda sudah luar biasa!
Rakyat ditipu oleh pencitraanmu lewat corong tivi yang ratingnya makin turun itu. Media2 kau beli!
Kami rakyat memang bodoh!!!!

No comments:

Post a Comment